DIAGNOSIS KERUSAKAN PADA MESIN BESERTA DIAGRAM FISHBONE
TEKNIK PERAWATAN MESIN
DIAGNOSIS KERUSAKAN PADA MESIN BESERTA
DIAGRAM FISHBONE
DISUSUN OLEH :
BAHARUDIN AGUS G [21417148]
BAGAS WAHYUDI [21417133]
INNEL DWI PUTRI LAHARISA [22417931]
RADITYO SAYGUNA K [24417845]
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2020
PENDAHULUAN
Persaingan yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk mampu menyesuaikan diri dengan cara improvement yang optimal pada proses produksi maupun pendistribusian produknya. Improvement dan perawatan mesin merupakan kegiatan yang sangat diperlukan dalam kegiatan produksi. Perawatan mesin yang baik dapat meningkatkan keandalan dan performance mesin. Namun sehubungan dengan berjalannya waktu, suatu saat mesin dan peralatan akan mengalami penurunan efisiensi dan akhirnya mesin dan peralatan tersebut tidak layak untuk dioperasikan lagi. Jika perusahaan sering mengalami kerusakan pada mesin, maka akan mempengaruhi proses produksi. Penelitian ini dilakukan di sebuah perusahaan berskala internasional yang bergerak dibidang industri manufaktur besi dan baja yang sudah banyak menghasilkan produk seperti baja profil maupun besi beton. Pada pabrik baja profil (section mill) perusahaan ini dalam melakukan proses produksinya tidak lepas dari permasalahan yang mengganggu dan menghambat proses produksi. Salah satu peralatan yang sering terjadi kerusakan adalah mesin hot roller table pada unit furnace. Mesin hot roller table ini mengalami kerusakan pada komponennya seperti pada rotary coupling, motor listrik, bearing, coupling dan roll.
Tabel 1. data kerusakan hot roller table periode Januari hingga Desember 2017
Berdasarkan tabel 1 di atas menunjukan bahwa kerusakan tertinggi berada pada bagian (part) rotary coupling dengan total breakdown sebesar 5010 menit, motor listrik sebesar 4200 menit, roll sebesar 3580 menit, coupling sebesar 3050 menit dan bearing sebesar 2760 menit selama 1 tahun. Konsep yang baik dalam maintenance harus diikuti dengan metode menganalisa penyebab penurunan performance mesin yang baik pula. Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengurangi permasalahan yang terjadi pada proses produksi, salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan proses produksi adalah Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). FMEA (Failure Mode And Effect Analysis) adalah tindakan terstruktur untuk mengeliminasi kemungkinan mode kegagalan yang terjadi di masa mendatang (Octavia, 2010; Reza, Supriyadi, & Ramayanti, 2017). FMEA merupakan sebuah metodologi yang digunakan untuk mengevaluasi kegagalan terjadi dalam sebuah sistem, desain, proses atau pelayanan (service). Identifikasi kegagalan potensial dilakukan dengan cara pemberian nilai atau skor masing-masing moda kegagalan berdasarkan atas tingkat kejadian (occurrence), tingkat keparahan (severity) dan tingkat deteksi (detection) (Stamatis, 1995).
METODE PENELITIAN
Objek penelitian ini adalah mesin hot roller table pada unit furnace di pabrik baja profil (section mill) salah satu perusahaan berskala internasional yang bergerak dibidang industri manufaktur besi dan baja Data yang di ambil adalah data laporan harian perusahaan divisi section mill selama 1 tahun dari tanggal 01 Januari 2017 hingga 31 Desember 2017 dan pengamatan di lapangan dilakukan dari tanggal 01 Februari 2018 hingga 30 April 2018.
Gambar 1. Diagram alir penelitian
Penyebab kerusakan dianalisis dengan menggunakan diagram Pareto, FMEA dan diagram fishbone. Diagram Pareto adalah grafik batang yang menunjukan masalah berdasarkan urutan banyaknya jumlah kejadian masalah (Ishikawa, 1976) sedangkan FMEA adalah suatu cara di mana suatu bagian atau suatu proses yang mungkin gagal memenuhi suatu spesifikasi, menciptakan cacat atau ketidaksesuaian dan dampaknya pada pelanggan bila mode kegagalan itu tidak dicegah atau dikoreksi (Stamatis, 1995).
Gambar 3. Fishbone kerusakan bearing pada rotary coupling
Gambar 4. Fishbone kerusakan seal ring pada rotary coupling





Komentar
Posting Komentar